Mengulang kesuksesan acara “Menari Bersama Ketuk Tiluan” pada 1 September 2019 lalu, Rumpun Indonesia kembali menggelar acara serupa pada 3 November 2019. Kali ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara West Java Festival (WJF) 2019. WJF sendiri merupakan festival kebudayaan yang digelar setiap tahun untuk memperingati HUT Provinsi Jawa Barat.
Seribu orang lebih berkumpul di depang Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, untuk ikut berpartisipasi. Lelaki, perempuan, tua, muda, dan anak-anak menari dan bergembira bersama-sama. Tak hanya dari Bandung, datang juga peserta dari berbagai kota seperti Jakarta, Cirebon, dan Pangandaran.
“Hari ini yang mendaftar ada 1.237 orang,” ungkap Ifa H Misbach, panitia sekaligus salah satu inisiator Rumpun Indonesia, kepada Tempo (3/11/2019).
Merayakan Sumpah Pemuda dan Indonesia yang Bhineka
Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi momentum yang tepat sebab sesuai dengan napas acara yang bertajuk merawat keberagaman. Menunjukkan bahwa Indonesia yang bhineka: terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, dan budaya ini adalah satu jua.
Dengan menari dan bergembira bersama, diharapkan dapat mengkampanyekan warisan kebudayaan sekaligus merajut benang-benang toleransi.
“Sudah sepatutnya kita menjaga semua itu dari ancaman, dari dalam maupun dari luar,” kata Marintan Sirait kepada Tempo (3/11/2019).
Suasana Meriah dan Keakraban
Suasana acara sangat meriah, dengan alunan musik tradisional yang mengiringi tarian ketuk Tilu. Para peserta tampak antusias dan penuh semangat mengikuti gerakan demi gerakan. Anak-anak berlarian dengan riang, sementara orang dewasa menikmati suasana kebersamaan yang jarang ditemui di kehidupan sehari-hari.
Berbagai stan makanan dan kerajinan lokal juga turut meramaikan acara, memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati kuliner khas dan membeli berbagai produk lokal.
Harapan untuk Masa Depan
Acara ini diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahun, bukan hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan di antara masyarakat. Ifa H Misbach mengungkapkan harapannya, “Semoga ke depan semakin banyak yang berpartisipasi dan semakin banyak pula budaya kita yang bisa diperkenalkan ke generasi muda.”
Melalui acara seperti ini, diharapkan generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai warisan budaya nenek moyang, serta menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. (eL)
