Masyarakat dunia terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman ini menciptakan warna tersendiri dalam berbagai aspek kehidupan dan interaksi antarmanusia. Suatu saat anak-anak kita akan terjun ke masyarakat dan bersinggungan langsung dengan keberagaman tersebut.
Nah, agar mereka terbiasa dan memiliki pemikiran terbuka, penting untuk memperkenalkan keberagaman dan nilai-nilai toleransi sejak dini.
Manfaat Memperkenalkan Keberagaman pada Anak
Karena kita tinggal di Indonesia yang bhineka, kemungkinan besar kita tinggal di lingkungan masyarakat yang heterogen. Itu sebabnya, membantu anak agar memahami keberagaman akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka.
- Membangun toleransi. Anak akan belajar menghormati perbedaan dan tidak berprasangka buruk terhadap orang lain yang berbeda darinya.
- Mengembangkan empati. Anak akan lebih mudah menghargai sudut pandang dan pengalaman orang lain.
- Meningkatkan keterampilan sosial. Anak akan lebih mudah beradaptasi ketika berada di lingkungan yang heterogen.
- Mempersiapkan anak hidup di dunia global. Di abad digital, dunia tak lagi memiliki sekat. Kita bisa terhubung dengan orang dari bagian dunia mana pun. Dengan mengajari mereka tentang keberagaman, mereka akan siap bila suatu saat menjadi bagian dari dunia global.
- Mendorong inovasi dan kreativitas. Anak akan belajar untuk menelaah segala sesuatu dari berbagai perspektif. Bahwa perbedaan pemikiran dan sudut pandang justru akan mendorong terjadinya inovasi.
- Mengurangi diskriminasi di masa depan. Agar anak tidak melakukan diskriminasi terhadap orang lain yang berbeda dengannya, juga agar mereka terkena diskriminasi, mereka dapat menemukan solusi sendiri.
Cara Mengajari Anak tentang Keberagaman
Sebetulnya, secara alami anak-anak cenderung tidak menyadari perbedaan di sekelilingnya. Mereka akan bermain dan berteman dengan siapa saja.
Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu dan meluasnya pergaulan, mereka akan mulai menyadari perbedaan-perbedaan itu. Maka, dengan memberikan pemahaman tentang keberagaman sejak dini, dapat mencegah mereka terpengaruh oleh sikap intoleransi.
Berikut adalah beberapa langkah efektif untuk mengajarkan keberagaman kepada anak.
- Memberi contoh
Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka akan mengikuti apa pun yang kita lakukan atau katakan. Maka langkah pertama adalah dengan memberikan contoh kepada mereka. Tunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman dengan menghormati perbedaan yang ada di lingkungan sekitar. Hindari ucapan atau tindakan diskriminatif.
- Berbeda itu tidak apa-apa
Tetapi bagaimana bila justru kitalah yang berbeda dari lingkungan sekitar? Mungkin akan muncul rasa canggung atau khawatir tidak diterima. Maka ajari anak bahwa berbeda itu tidak apa-apa.
Tanamkan rasa percaya diri pada anak, tekankan bahwa setiap orang memang unik dan istimewa. Dorong anak untuk bangga pada identitasnya sekaligus tetap menghargai perbedaan di sekitarnya.
- Perkenalkan anak pada berbagai budaya
Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Anak-anak, seperti orang dewasa, kadang tidak menyukai sesuatu hanya karena kita tidak tahu. Oleh sebab itu, perkenalkan anak pada budaya yang berbeda. Bisa melalui film, buku, makanan, mainan, atau melalui keberagaman yang kita temui sehari-hari.
- Perkenalkan anak pada berbagai penampilan fisik manusia
Anak cepat menyadari perbedaan fisik karena ini adalah hal yang mereka lihat sehari-hari. Jelaskan bahwa setiap orang unik, mulai dari warna kulit, rambut, tinggi badan, hingga bentuk mata. Ajari mereka untuk menghargai perbedaan-perbedaan tersebut.
- Dorong interaksi dengan lingkungan beragam
Beri kesempatan kepada anak untuk bermain dan belajar dengan teman dari latar belakang yang berbeda. Interaksi langsung membantu anak memahami bahwa setiap orang unik, tetapi memiliki nilai yang sama.
- Beri ruang untuk berdiskusi
Tidak perlu ragu untuk membahas topik keberagaman dengan anak. Jika anak mengajukan pertanyaan tentang perbedaan yang mereka lihat, jawab dengan jujur dan sesuaikan dengan usia mereka. Hal ini membantu anak memahami dan menerima perbedaan dengan cara yang positif.
- Libatkan dalam kegiatan sosial
Ajak anak untuk mengikuti kegiatan sosial seperti kerja bakti, donasi, atau acara lintas budaya. Melalui pengalaman ini, anak belajar empati dan pentingnya bekerja sama tanpa memandang perbedaan.
- Jadilah pendengar yang baik
Bila anak berada dalam situasi yang membuat mereka bingung dengan perbedaan, dengarkan cerita mereka tanpa menghakimi. Bantu mereka untuk menemukan solusi.
Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kita dapat membantu anak-anak memahami bahwa perbedaan bukanlah halangan. Bahwa perbedaan bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Dengan begini, kita pun turut andil membangun generasi yang semoga saja lebih toleran. (eL)
